Selasa, 01 Oktober 2013

Hakikat Dan Penggunaan Akuntansi



Hakikat Dan Penggunaan Akuntansi
Definisi dan Peranan Akuntansi
            Definisi akuntanis secara umum adalah proses pengidentifikasisan, pengukuran, pengomunikasian informasi ekonomi sehingga memungkinkan adanya pertimbangan dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi oleh para pengguna informasi tersebut. Definisi ini menjelaskan akuntansi sebagai seni atau suatu aktifitas jasa dan megartikan bahwa akuntansi meliputi beragam teknik yang beruna untuk bidang bidang tertentu.
Komite teknologi AICDA (American Institute of Certified Public Accountants) mendefinisikan akuntansi sebagai berikut :
1.     Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran dalam cara yang signifikan dan satuan mata uang, transaksi–transaksi dan kejadian-kejadian yang paling tidak sebagian diantaranya, memiliki sifat keuangan, dan selanjutnya menginterprestasikan selanjutnya.
2.    Cakupan yang lebih luas:  Akuntansi adalah proses pengedentifikasian, pengukuran dan pengomunikasian informasi economic sehingga memungkinkan adanya pertimbangan dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi oleh para pengguna informasi tersebut.
3.     Yang terbaru, sesuai dengan konsep informasi kuantiatif: Akuntansi  adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah untuk memberikan informasi kuantiatif dari entitas ekonomi, terutama yang bersifat keuangan dan dimaksudkan untuk bermanfaat dalam pengambilan keputusan  economic, dan dalam menentukan ;pilihan di antara serangkaian tindakan-tindakan alternative yang ada.

Adapun perusahaan memberikan dan menerima informasi dari empat sumber :
1.  Bagi para penanam modal, perusahaan memberikan
(a) laporan keuangan
(b) rilis–rilis pers
(c) pertemuan bagi para analis
(d) buku– buku fakta.
Dari para penanam modal ia menerima informasi mengenai
 (a) kebenaran dalam permodalan
 (b) melaksanakan penawaran surat berharga
 (c) kapasitas keuangan.
2.  Kepada para pelanggan dari pemasok, perusahaan memberikan informasi mengenai mutu produk/jasa dan menerima informasi mengenai kelayakan kredit dan kulaisikasi pelanggan.
3.  Kepada masyarakat secara umum, perusahaan menerima informasi mengenai:
(a)  kebijakan peraturan perpajakan
(b)  persyaratan pemberian pekerjaan
(c)  mutu udara/air
(d)  pembatasan lingkungan dan memberikan informasi mengenai:
(a) dampak –dampak kepada lingkungan
(b) dampak pemberian pekerjaan
(c) pelaporan pajak.
4.  Kepada orang berbakat, perusahaan menerima informasi mengenai:
(a) kompetensi
(b)  kebijakan ketenagakerjaan
(c)  kompensasi
(d)  informasi yang berhubungan dengan pekerjaan, dan memberikan   informasi mengenai:
       (a) tunjangan
       (b) kebijakan pemberian pekerjaan
       (c) kompensasi
       (d) informasi yang berhubungan dengan pekerjaan.

          Akuntansi berhubungan dengan perusahaan, yang tentunya merupakan kelompok social, akuntansi berkepentingan dengan transaksi-transaksi dan kejadian ekonomi lainnya yang memiliki konsekuensi dan mempunya dampak atas hubungan social, akuntansi menghasilkan pengetahuan yang berguna dan berarti bagi orang yang terlibat dalam aktivitas yang memiliki implikasi social, akuntansi pada hakikatnya bersifat mental. Menurut dasarpedoman-pedoman yang ada, akuntansi adalah suatu ilmu social. 

Sifat dan Peranan Akuntansi
Sifat–sifat baik (virtue) dari praktik akuntansi  meliputi:
(a)  kejujuran dari akuntan pada umumnya dan auditor pada khususnya.
(b)  memililiki kepedulian terhadap status ekonomi pihak lain dalam bentuk penyelenggaraan akuntabilitas.
(c) sensitif terhadap nilai kerja dan kofilik dengan mengantisipasi terjadinya konfilik dan menciptakan adanya semacam penegakan kerja sama melalui penggunaan teknik-teknik akuntansi manajemen
(d)  sifat akuntansi yang komunikatif dengan menceritakan pengalaman-pengalaman ekonomi melalui dialog-dialog akuntansi
(e)  penyebaran informasi dengan ekonomi dengan memberikan informasi mengenai ekonomi untuk pengambilan keputusan.

Tetapi kadang kala realisasi dari sifat sifat diatas dihalangi oleh kendala seperti:
(a) dominasi dari imbalan eksternal yang mengancam kebebasan auditor (b) kekuatan intuisi yang merusak
(c) kegagalan membedakan sifat baik dengan hukum.

            Peranan dari akuntansi adalah untuk memberikan informasi mengenai perilaku ekonomi yang diakibatkan oleh aktivitas – aktivitas perusahaan dalam lingkungannya.

Pengukuran Dalam Akuntansi
          Secara umum akuntansi dianggap sebagai salah satu alat pengukuran sekaligus suatu disiplin komunikasi. Pengukuran memiliki arti “pemeberian angka–angka kepada objek atau kejadian kejadian menurut aturan tertentu.
Laporan keuangan konsilidasi di susun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang brlaku umum di Indonesia, yakni pernyataan standar akuntansi keuangan dan peraturan badan pengawas dan pasar modal (bapepam) (sekarang bapepam dam LK).
Dasar pengukuran laporan keuangan konsilidasi ini adalah konsep biaya problem (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu di susun berdasarkan pengukuran yang lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masin-masing akun tersebut, antara lain persediaan yang di nyatakan sebesar nilai uang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Laporan keuangan konsilidasi ini disusun dengan metode aktual, kecuali laporan arus kas, laporan konsilidasi arus kas disusun  dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan pelaporan keuangan konsilidasi adalah mata uang mata uang rupiah(Rp).
Terdapat beberapa jenis ukuran yang mungkin dalam akuntansi : 
1.  Ukuran langsung atau utama adalah ukuran nyata dari suatu objek atau atribut yang ia miliki. Ukuran tidak langsung atau sekunder diambil secara tidak langsung melalui suatu transformasi aljabar dari sejumlah angka yang mencerminkan ukurang lansung dari beberapa ojek atau atribut. Objek atau atribut ini adalah objek – objek intrinsik dari suatu ukuran tidak langsung.2.
2.  Dapat diklasifikasikan sebagai ukuran lampau, masa kini, atau ukuran masa depan yang masing–mengacu pada kejadian dimasa lampau, masa kini atau di masa depan.
3.  Dapat diklasifikasikan sebagai suatu ukuran retstropektif, ukuran kontemporer, atau ukuran prospektif.
4.  Pengukuran dapat berupa : a) Pengukuran fundamental dimana suatu angka dapat diberikan kepada suatu sifat sesuai dengan refrensinya terhadap hukum alam, dan tidak bergantung pada pengukuran dan variabel  lain. b) Pengukuran turunan yang bergantung kepada pengukuran dari dua atau lebih kuantitas dan bergantung kepada adanya teori empiris.
5.  Pengukuran dapat (a) dilakukan ketika teori–teori empiris yang telah dikonfirmasikan mungkin dapat digunakan untuk mendukung keberaddan mereka (b) dibuat melalui suatu keputusan resmi, yamg didasarkan pada definisi yang arbiter.

     Setiap pengukuran dibuat dalam suatu skala.Skala dapat diuraikan dalam istilah umum sebagai skala nominal, ordinal, interval, atau rasio.
1.  Skala nominal (nominal scale) akan membantu dalam penentuan keseimbangan, seperti penomoran pemain sepak bola. Skala ni merupakan sistem pengklasifikasian atau pelabelan yang sederhana seperti dalam kasus kode akun.
2.  Skala ordinal (ordinal scale) membantu dalam penentuan lebih besar atau lebih kecil suatu hal, seperti tingkat mutu wol atau nomor jalan, Skala ini merupakan urutan sisitem preferensi.      
3.  Skala interval (interval scale) membantu dalam penentuan keseimbangan dari interval atau perbedaan suhu dan waktu. Skala ini memberikan nilai yang seimbang kepada interval dianatara angka-angka yang telah diberikan.
4.  Skala rasio (ratio scale) membantu dalam penetuan keseimbangan dari rasio, titik nol alamiah, dimana diketahui jarak dari titik tersebut ke paling sedikit satu objek.

Pemikiran Di Balik Akuntansi Pencatatan Berpasangan
Akuntansi pencatatan berpasangan terdiri dari dua jenis akuntansi pencatatan berpasangan klasifikasional dan akuntansi pencatatan berpasangan kausal. Kedua jenis pencatatan tersebut bergantung pada keseimbangan dari debit dan kredit.
Akuntansi pencatatan berpasangan klasifikasional ditujukan untuk tetap menjaga persamaan akuntansi fundamental yang merangkum posisi klasifikasional tersebut.

AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS PEMILIK

Pembukuan percatatan berpasangan kausal menggambarkan hubungan sebab akibat antara suatu kenaikan dengan penurunan. Misal :
                        Debet                   Kredit
Persediaan       $ 20000
          Kas                                    $20000
Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum (GAAP)         
Skinner berpendapat bahwa metode akuntansi harus dapat memenuhi paling sedikit satu dan biasanya beberapa kondisi-kondisi berikut ini, untuk dapat dikualifikasikan sebagai suatu metode yang berlaku:
Ø Metode tersebut kan benar-benar digunakan dalam kasus-kasus yang jumlahnya signifikan, dimana terdapat kondisi yang memungkinkan untuk menggunakan metode tersebut.
Ø Metode tersebut mendapat dukungan yang diberikan melalui pernyataan-pernyataan dari lingkungan akuntansi professional.
Ø Metode-metode tersebut mendapat dukungan secara tertulis dari pengajar dan pemikir akuntansi terkemuka.

          Mereka yang menginginkan keseragaman dan komparabilitas akan memilih GAAP, mereka yang menginginkan fleksibilitas dan cara-cara yang baik untuk menghadapi kondisi yang beragam akan memilih GAAP, khusus, mereka yang memperdebatkan kondisi-kondisi unik atau menantang standar yang berlebihan akan memilih untuk menggunakan OCBOA.
          Layaknya laporan yang baik, tentunya mengikuti standar buku yang telah ditetapkan bahwa ada bebagai perbedaaan antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya dalam menyampaikan akun-akun dalam laporan keuangan, namun secara umum tetap mengikuti aturan buku yang di tetapkan secara umum. Standar buku ini di negeri paman sam dikenal dengan istilah sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accectance acconting principles=GAPP), sedangkan di Indonesia dikenal sebagai pernyataan standar akuntansi Indonesia (PSAK). Tujuannya jelas sebagai standar untuk dapat membandingkan kenerja dan posisi keuangan perusahaaan satu dengan yang lainnya, aturan buku ini penting karna memberikan standar.

Kebijakan Akuntansi Dan Perubahannya
Kebijakan akuntansi dari suatu entitas pelaporan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang spesifik dan metode–metode penerapan prinsip-prinsip tersebut yang dinilai oleh manajemen dari entitas tersebut sebagai yang paling sesuai dengan kondisi yang ada untuk menyajikan secara wajar posisi  keuangan, perubahan yang terjadi pada posisi keuangan, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip–prinsip akuntansi yang berlaku umum dan karena itu telah diadopsi untuk pembuatan laporan keuangan.

Pernyataan akuntansi keuangan (PSAK) No.1 tentang pengungkapan kebijakan akuntansi disetujui dalam rapat komite prinsip akuntansi Indonesia pada tanggal 24 agustus 1994 dan telah disahkan oleh pengurus pusat ikatan akuntan Indonesia pada tanggal 7 september 1994.
Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material seperti:
Ø Kebijakan akuntansi meliputi plihan prinsi-prinsip, dasar-dasar, konvensi, peraturan dan prosedur yang digunakan manajeman dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Beberapa jenis kebijakan akuntansi dapat digunakan untuk subjek yang sama. Pertimbangan dan atau pemilihan perihal di sesuaikan dengan kondisi perusahaan. Sasaran pilihan kebijkan yang paling tepat akan menggambarkan realitas ekonomi perusahaan secara tepat dalam bentuk keadaan keuangan dan hasil operasi.
Ø Kebijakan akuntansi dewasa ini tidak secara teratur dan tidak secara penuh di ungkapkan dalam semua laporan keuangan. Perbedaaan besar masih terjadi dalam bentuk, kejelasan dan kelengkapan, pengungkapan yang ada dalam suatu Negara maupun antar Negara atas kebijakan akuntansi harus di ungkapan. Kebijkan akuntansi yang penting lain tidak di ungkapakan dalam sebuah laporang keuangan, beberapa kebijakan akuntansi yang penting telah di ungkapkan sementara kebijakan akuntansi yang penting lain tidak di ungkapkan. Bahkan pada nengara-negara yang mewajibkan pengungkapan atas kebijakan akuntansi penting, tak selalu tersedia pedoman yang menjamin keseragaman metode pengungkapan. Pertumbuhan perusahaan  internasional dan pertumbuhan teknologi keuangan internasional telah memperbesar kebutuhan keseragaman laporan keuangan melewati batas Negara. Perubahan kebijakan akuntansi berpengaruh material periode sekarang atau dapat berpengaruh material periode yang akan datang harus diungkapakan bersama alasannya. Pengaruh perubahan, jika material, harus di ungkapakan secara kuantitatif.
Akuntansi Yang Dirancang
            Karena kekontrasannya yang dimilikinya dengan pemilihan teknik dan solusi yang didasarkan pada suatu prinsip. Suatu fenomena yang disebut akuntansi prinsip maka disebutlah akuntansi yang dapat dirancang. Aspek-aspek dari akuntansi yang dapat drancang termasuk konsep-konsep yang berbeda seperti:
a.  Hipotesis keunggulan salah saji secara selektif.
b.  Perataan laba.
c.   Manajemen laba.
d.  Kreativitas dalam akuntansi.
e.  Kecurangan dalam akuntansi.
Kecurangan dalam akuntansi sering dijumpai, hal ini terjadi demi kepentingan perusahaan ataupun demi kepentingn indiviu  atau golongan. Kecurangan korporat pada umumnya dilakukan pejabat, eksekutif, dan/atau manajer pusat  laba dari perubahan public untuk memenuhi kebutuhan ekonomi jangka pendek mereka. Kecurangan dalam pelaporan keuangan dalah perlakuan yang disengaja atau semberono, baik tindakan atau penghilangan, yang menghaslkan laporan keuangan secara material menyesatkan. Kejahatan kerah putih adalah suatu kejahatan yang dilakukan oleh orang yang terhormat dengan status social kelas atas dalam melaksanakn pekerjaannya, ada juga yang mendefinisika sebagai suatu tindakan yang ilegal yang terjadi diantara para profesional dan usahawan. Para penjahat kerah putih tersebut dimotovasi oleh norma-norma social, diterima dan didorong oleh kelompok-kelompok yang secara tidak langsung memberikan dukungannya pada aktivits ilegal. Kegagalan audit, meskipun kecurangan manajemen dan kegagalan bisinis dapat memainkan peranan yang penting dalam kegagalan audit, terdapat alasan lain terjadinya hal tersebut, seperti; kesalah atas interpretasi pirinsip akuntansi yang berlaku umum dan kesalah intepretasi standar audit yang berlaku umum dan kesalah yang berpusat pada kecurangan auditor.

Proletarisasi Teknis Dan Ideology Para Akuntan
Terjadinya persaingan dalam lingkungan pekerjaan memiliki empat aspek : orang tersebut diasingkan dari objek yang ia produksi, dari proses produksi, dari dirinya sendiri dan dari komunitas rekan-rekannya. Dalam kondisi terasing ini, pola piker dari para akuntan, kesadaran mereka, sebagian besar hanya merupakan pencerminan dari kondisi yang mereka temukan dan posisi yang mereka tempati dalam proses produksi. Situasi ini adalah suatu hal yang serius terutama bagi para akuntan wanita.

Kesadaran Para Pengguna Yang Direkayasa
                Kadang, dalam proses yang mengarah kepada “kesadaran yang direkayasa” ini, manajer mungkin mengganti suatu “kesadaran palsu” melalui suatu proses yang oleh para peneliti telah dikaitkan dengan bermacam-macam istilah, dari perataan laba hingga kecurangan dalam pelaporan keuangan. Dalam merekayasa kesadaran dari para pengguna melalui penyebaran informasi secara selektif tadi, menejemen dapat menembahkannya dengan pencucian otak dan hipnotis secara kolektif atau pengkondisian social.

Perspektif Etika Dalam Akuntansi
1.  Etika Utilitarian. Asumsi implisitnya adalah bahwa biaya dan manfaat suatu tindakan dapat diukur berdasarkan suatu skala numeric dan yang umum dan dapat ditambahkan atau dikurangkan satu sama lain. Keunggulan dari etika utilitarian adalah :
(1) sasaran moralitas
(2) proses pemikiran moral
(3) fleksibilitas dan pengecualian
(4) menghindari konflik aturan.
Sedangkan kesulitan yang muncul akubal adanya utilitarianisme adalah:
(1) penolakan dari kewajiban khusus
(2) penolakan dari hak asasi
(3) penolakan dari keadilan.
2.  Etika Deontologi. Pendekatan ini mempertimbangkan suatu tindakan yang menurut moral benar jika telah sesuai dengan aturan moral yang tepat.
3.  Pemikiran dan Kelayakan. Etika ini menggabungkan antara aspek-aspek dari kedua pendekatan tersebut.





         




Tidak ada komentar:

Posting Komentar